MAKAN BANYAK BUAH MASAM BISA TURUNKAN RISIKO STROKE
Kandungan antioksidan flavonoid yang ditemukan dalam buah sitrus seperti jeruk dan anggur menawarkan proteksi melawan penyakit yang berkaitan dengan pembekuan darah seperti stroke. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal milik American Heart Association, Stroke. Tujuannya adalah memberikan wawasan baru bagi banyak orang agar mengurangi konsumsi obat jantung lalu memberikan perhatian lebih terhadap pendekatan nutrisi untuk memperbaiki kesehatan jantung.
Tim peneliti dari Boston's Harvard Medical School, Brigham and Women's Hospital dan Norwich Medical School di Inggris mengevaluasi data selama 14 tahun dari 70.000 perawat wanita yang berpartisipasi dalam studi nasional tentang kesehatan wanita. Peneliti menemukan bahwa wanita yang mencantumkan banyak buah sitrus dalam dietnya memiliki kecenderungan 19 persen tidak menderita stroke daripada wanita yang tidak memasukkan buah sitrus dalam dietnya. "Studi kami mendukung kesimpulan bahwa flavonoid dapat dikaitkan dengan pengurangan resiko stroke," kata Kathryn M. Rexrode, M.D., M.P.H., yang membantu memimpin penelitian tersebut seperti dilansir dari Natural News, Selasa (3/4/2012). "Ini adalah penelitian yang sangat provokatif karena mengusulkan untuk memasukkan buah sitrus ke dalam menu diet yang dapat menurunkan resiko stroke." Dikenal sebagai 'vitamin P', flavonoid tersedia di dalam berbagai jenis dan kombinasi buah-buahan, sayuran dan tanaman herbal. Antioksidan berbasis tanaman tersebut diketahui mampu melebarkan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lancar serta mendorong pencegahan penyakit antiperadangan di dalam tubuh. Flavonoid juga dikaitkan dengan upaya pencegahan perkembangan dan penyebaran kanker.
Sebuah studi yang dipublikasikan beberapa tahun lalu dalam jurnal Nutrition and Cancer, misalnya, menemukan bahwa orang yang mengonsumsi flavonoid dan sub-kelompoknya, proanthocyanidin dalam jumlah yang tinggi kemungkinannya 44 persen lebih rendah terserang kanker mulut, 40 persen lebih rendah terserang kanker laring dan 30 persen lebih rendah terserang kanker usus besar bila dibandingkan dengan lainnya. "Keuntungan nutrisi dari flavonoid antara lain meningkatkan kadar vitamin C intraseluler, penurunan kebocoran dan kerusakan pembuluh darah kecil, pencegahan mudahnya terjadi memar dan dukungan terhadap sistem imun," tulis Gabriel Cousens dalam bukunya There Is a Cure for Diabetes: The Tree of Life 21-Day+ Program. Jika Anda pun tengah mencari dosis dan konsentrasi flavonoid yang tertinggi sama halnya dari buah-buahan dan sayuran, suplemen flavonoid adalah opsi lainnya. Quercetin, jeruk bioflavonoid, karotenoid campuran, bilberry dan ginkgo biloba adalah beberapa jenis suplemen yang bisa Anda kaji lebih lanjut.
Kandungan antioksidan flavonoid yang ditemukan dalam buah sitrus seperti jeruk dan anggur menawarkan proteksi melawan penyakit yang berkaitan dengan pembekuan darah seperti stroke.
BalasHapusapa saja kandungan antioksidan flavonoid yang terkandung dalam jeruk dan anggur tersebut?
PARA peneliti di Amerika mengklaim bahwa memakan jeruk dan anggur merah dapat mengurangi risiko stroke. Kedua jenis buah tersebut dipercaya melindungi terhadap serangan kemunduran fungsi otak.
BalasHapusDalam penelitian disebutkan, kandungan antioksidan dan flavonoid yang melimpah dapat membantu melindungi tubuh dari risiko serangan stroke. Peneliti menguji hubungan dari enam kandungan utama dari flavonoid, yaitu : flavanones, anthocyanin, flavan-3-OLS, polimer flavonoid, flavonol dan flavon. Dari hasil penelitian ditemukan hubungan yang menguntungkan antara konsumsi kandungan flavonoid dan risiko serangan stroke.
untuk ingin tahu lebih jauh tentang kandungan flavonoid pada jeruk dan anggur bisa di lihat di link ini http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2012/03/02/4943/11/Jeruk-dan-Anggur-Merah-Kurangi-Risiko-Stroke
kandungan antioksidan dan flavonoid yang sangat banyak terkandung didalam jeruk dan anggur yang dapat melindungi tubuh dari risiko stroke.
BalasHapusAda beberapa kandungan dari flavonoid, yaitu : flavanones, antosianin, polimer flavonoid, flavonol dan flavon.
kandungan flavonoid dalam jeruk terdapat 82 persen, dan anggur merah sebanyak 14 persen.
Sebagaimana yang dikutip dari Dailymail pada 23 Februari 2012, tim peneliti mempelajari hubungan antara enam sub-tipe flavonoid, yaitu flavanon, antocianin, flavan-3-ols, flavonoid polimer, flavonol, dan flavon terhadap resiko stroke. Dari enam sub-tipe flavonoid tersebut, ternyata yang paling berperan efektif menurunkan resiko stroke adalah flavanon. Mesikpun telah didapatkan hasil yang cukup akurat, tetapi masih tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami mengapa flavanon dapat menurunkan resiko stroke.
BalasHapusDalam penelitian disebutkan, kandungan antioksidan dan flavonoid yang melimpah dapat membantu melindungi tubuh dari risiko serangan stroke. Peneliti menguji hubungan dari enam kandungan utama dari flavonoid, yaitu : flavanones, anthocyanin, flavan-3-OLS, polimer flavonoid, flavonol dan flavon. Dari hasil penelitian ditemukan hubungan yang menguntungkan antara konsumsi kandungan flavonoid dan risiko serangan stroke.
BalasHapusSelain itu terbukti para relawan wanita yang mengkonsumsi jenis buah tersebut secara rutin, memiliki risiko 19 persen lebih rendah terkena stroke. “Kita semua tahu bahwa makan buah segar dan sayuran baik untuk kesehatan kita. Studi ini menunjukkan bahwa makan buah jeruk dan anggur merah khususnya, dapat membantu menurunkan risiko stroke Anda, kata Dr Sharlin Ahmed, Research Liaison Officer di Asosiasi Stroke.
Dikutip dari Dailymail, kandungan flavonoid dalam jeruk terdapat 82 persen, dan anggur merah sebanyak 14 persen.
mengonsumsi buah jeruk secara rutin dapat membantu mengurangi risiko stroke. Untuk studi ini, peneliti memusatkan perhatian pada senyawa yang disebut flavanone, yang terdapat dalam buah jeruk. “Data ini memberikan dukungan yang kuat untuk mengonsumsi lebih banyak buah jeruk sebagai konsumsi harian untuk mengurangi risiko stroke iskemik,”95 persen konsumsi flavanone berasal dari buah jeruk dan jus, terutama jeruk orange dan grapefruit.
BalasHapusKandungn vitamin C bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat berfungsi untuk menangkal serangan radikal bebas. Dan kandungan kalium dan bioflavonoid yang tinggi, dapat berperan sebagai anti kanker dan juga untuk menyehatkan prostat.
Pada kulit jeruk manis apabila diolah dapat diperoleh persenyawaan hesperidin dan flavonoid. Tepatnya, dari kulit jeruk manis dapat diperoleh tiga jenis pigmen atau zat warna yaitu xanthophyll, violaxanthin, dan flavonoid. Nah, kandungan flavonoid inilah yang mempunyai sifat insektisida. Oleh karena itu, dari kulit jeruk manis ini apabila diolah secara tepat dapat digunakan sebagai racun serangga.
BalasHapus